ANALISA CAPRES 2024 BERDASARKAN “ARKAND CODE”
ANALISA CAPRES 2024
BERDASARKAN “ARKAND CODE”
Arkand Code sudah pernah terkenal dalam menganalisa seseorang berdasarkan kekuatan Nama yang digunakan oleh orang yang bersangkutan. Kali ini saya coba menganalisa kekuatan Capres dalam Pemilu 2024 dengan metode dari Arkand Code, namun tidak semua kode nya saya tampilkan cukup yang signifikan saja yang saya tampilkan. Namun sebelum kita masuk ke Capres 2024, terlebih dahulu kita tengok beberapa tahun terakhir tentang Presiden RI sebelumnya. Untuk itu kita tengok terlebih dahulu adalah sosok Joko Widodo yang sudah 2x menjabat dan saat ini – Januari 2024 - masih menjabat sebagai Presiden RI dan akan berkahir Oktober 2024 ketika Presdien hasil Pemilu 2024 ditetapkan.
Seperti diketahui oleh umum, bahwa Joko Widodo ketika masih kecil bernama Moeljono namun sakit-sakitan dan kemudian diganti namanya menjadi Joko Widodo yang artinya “Lelaki yang Selamat “. Tidak jelas siapa yang mengganti namanya tetapi orang yang mengganti namanya jelas orang pintar, karena hanya menggunakan perhitungan berdasarkan petung Jawa hasilnya bagus dan ketika di cek dengan menggunakan Arkand Code tetap saja hasilnya baik. Padahal jaman Moeljono sakit-sakitan belum ada Arkand Code. Berikut adalah hasil “scrutinize “ nama Joko Widodo bila menggunakan Arkand Code.
Terlihat ketika bernama Moeljono, ada banyak kode merah di dalam rangkaian namanya, sehingga anak tersebut sering sakit, yang didalam isitilah Jawa sering disebut “ Keberatan Nama”. Namun ketika diganti menjadi Joko Widodo kode-kode merah menjadi hilang sama sekali dan malah menguatkan pribadi si Joko Widodo. Perlu diketahui bersama bahwa pada waktu diganti nama menjadi Joko Widodo, orang yang dimintai pertolongan sama sekali tidak menggunakan ilmu Manutiras nya Arkand, bahkan Arkand pun belum lahir. Jadi dengan metode perhitungan Jawa kuno pun, bila dihitung berdasarkan Arkand Code hasilnya tetap bagus. Oleh karenanya jika anda tahu tata cara perhitungan Jawa tentang nama, gunakanlah, itu suatu hal yang sangat membantu. Yang jadi masalah adalah perhitungan Jawa dalam menentukan nama sudah begitu banyak variasinya, sehingga ada banyak sekali caranya. Terserah kepada anda saja. Semoga beruntung.
Kita kembali ke JokoWi saja. Ketika menjadi Gubernur DKI, wakilnya adalah Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK. Sewaktu Jokowi diajukan oleh PDIP untuk maju sebagai Capres, kursi Gubernur DKI digantikan oleh Ahok, sampai masa periode pertama selesai. Namun dalam pemilihan Gubernur untuk periode kedua, Ahok maju dan kalah karena faktor “Penistaan Agama” yang didengung dengungkan oleh pihak lawan yaitu Anies Baswedan. Padahal pernyataan Ahok tentang Al Maidah di Kepulauan Seribu itu sudah lama berlalu dan Masyarakat setempat tidak menanggapi sebagai penghinaan Agama, mereka biasa saja. Tetapi setelah ditiupkan oleh Buni Yani hal tersebut kemudian menjadi bola viral politik yang digunakan untuk mendongkel Ahok dari Kursi Gubernur DKI. Dan peristiwa Penistaan Agama yang dibawa oleh Buni Yani dan PKS serta Gerindra adalah suatu peristiwa yang sangat dibanggakan oleh kelompok Islam Garis Keras yang berlindung di kedua Partai tersebut. Namun jika kita lihat berdasarkan Arkand Code dalam nama Basuki Tjahaja Purnama memang menyiratkan kelemahan Ahok tersebut. Mari kita lihat bersama data nama Basuki Tjahaja Purnama berdasarkan Arkand Code :
Jika kita lihat Arkand Code untuk Basuki Tjahaja Purnama tersebut diatas, maka hampir semua kode positif semua ( hitam ), hanya di Synchronicity Value saja yang rendah atau negative ( merah ). Hal tersebut menandakan bahwa ada enerji didalam rangkaian huruf nama Ahok kurang selaras terhadap aliran waktu sehingga menyebabkan Ahok mudah “terlepas” bila memegang “sesuatu” bila dia ter ekspos menjadi orang terdepan. Lain halnya jika Ahok menjadi orang nomor dua, dan orang nomor satunya kuat, seperti pada kasus Arkand Code nya Jokowi diatas. Maka Ahok seakan-akan dipayungi oleh orang nomor satunya, atau atasannya tersebut. Selain itu juga ada faktor hubungan antara Atasan dengan bawahan yang cukup baik, sehingga menunjang keharmonisan kerja mereka.
Oleh karena itu, ketika Jokowi menjadi Presiden, Ahok menjadi Gubernur, orang nomor satu di DKI, maka kelemahan pada Synchronicity Value tersebut terekspos maka terjadilah kasus “penistaan agama” tersebut sehingga Ahok terlepas dari “sesuatu” yang dipegangnya. Kebetulan juga istrinya – Veronica, juga terlepas. Synchronicity Value yang rendah mengindikasikan bahwa yang bersangkutan mudah “terlepas” bila dia “memegang sesuatu”. Apapun alasan yang terjadi, hal tersebut sudah tertulis dalam nama Basuki Tjahaja Purnama karena mempunyai Synchronicity Value yang rendah. Dan itu salah satu kelemahan Ahok. Kelemahan lain bisa juga terbaca di tulisan Ahok yang disebar ke publik di medsos ketika dia jadi Gubernur DKI, tapi saat ini saya tidak sedang bertindak sebagai Handwriting Analyst, oleh karena itu kita biarkan saja dahulu.
Mari kita kembali Wapres Jokowi.
Periode pertama JokoWi jadi Presiden, wapresnya adalah Jusuf Kalla.
Dan berikut adalah data Arkand Code untuk Muhammad Jusuf Kalla :
Terlihat bahwa ada banyak tanda negative ( warna merah ) di beberapa kode vital dalam nama Jusuf Kalla yaitu Harani 9 dan Coherence Value 0,6.
Coherence Value yang rendah ( warna merah ) menunjukkan kalau yang bersangkutan mempunyai potensi kurang menguasai bidangnya dan sering terlepas kesempatan yang berlalu dihadapannya. Nyaris seperti tidak mempunyai intuisi terhadap apapun yang selalu lewat dihadapannya walaupun sudah dianggap berpengalaman. Meskipun demikain dengan tanda kode marah dalam nama Jusuf Kalla tersebut, beliau masih bertahan dengan baik, menunjukkan kalau beliau adalah “orang kuat “.
Kemudian Wapres yang kedua adalah Ma’ruf Amin. Hasil Arkand Code untuk Ma’ruf Amin adalah sebagai berikut :
Terlihat bahwa yang bersangkutan mempunyai Harani 8 ( merah, berbahaya ) dan yang rendah lainnya adalah Momentum Stream 0,556.
Kemudian kecocokan sebagai pasangan Capres dan Cawapres, adalah sebagai berikut :
Anda sekarang sudah tahu, bahwa setiap nama mempunyai kekuatan sendiri dan setiap pribadi mempunyai kecocokan sebagai pasangan, pasangan dalam bisnis maupun pasangan dalam berumah tangga. Hanya saja kecocokan dalam bisnis berbeda dengan kecocokan dalam berumah tangga.
Dan dari data kecocokan pasangan Capres dan Cawapres atas nama Jokowi tersebut anda dapat merasakan Wapres mana yang mendukung Jokowi dan mana yang kurang mendukung. Yang mendukung berwarna hijau, yang tidak mendukung berwarna merah. Yang mendukung akan membuat performance manajemen pemerintahannya menjadi baik karena pasangan Capres dan Cawapres tersebut sudah selaras sehingga saling mengerti untuk saling mendukung. Yang tidak mendukung, akan berusaha mencari cara agar tetap bertahan sekalipun tidak mendukung Presidennya dengan baik.
Sekarang kita beralih ke Pemilu 2024, untuk pasangan Capres dan Cawapres, yang sudah ditentukan oleh KPU. Oleh karenanya akan saya urutkan sesuai nomor yang sudah didapat dari KPU.
Paslon No. 1 : ANIES - MUHAIMIN
Setelah berhasil memenangkan kursi Gubernur DKI dengan politik agama dan identitas, kini Anies maju sebagai Capres dengan dukungan dari Nasdem dan PKS. Kemudian sebagai wakilnya, yang semula didengung-dengungkan adalah Agus Harimurti Yudhoyono tiba-tiba beralih ke Abdul Muhaimin Iskandar. Berikut adalah data paslon no.1 , berdasarkan Arkand Code :
Kita lihat bersama bahwa kode-kode dalam nama Anies Rasyid Baswedan mempunyai banyak kode merah atau negative,bahkan muncul kode O=3, tetapi yang bersangkutan menunjukkan kekuatannya sehingga mampu bertahan sampai saat ini. Semoga kuat sampai akhir nanti. Sementara itu wakilnya, yaitu Muhamin Iskandar data Arkand Code nya sebagai berikut :
Seperti Capresnya, Muhaimin sebagai Cawapres berdasarkan Arkand Code juga mempunyai kode merah dalam namanya, selain Harani juga Synchronicity yang rendah. Dan Muhaimin juga menunjukkan kekuatannya sehingga sampai hari ini masih bertahan terhadap gangguan kode merah dalam namanya tersebut.
Kecocokan pasangan Anies – Muhaimin berdasarkan Arkand Code adalah sebagai berikut :
Kemungkinan, di kubunya Anies, ada orang yang mampu menghitung kecocokan pasangan, jadi setelah tahu bahwa hubungan dengan Agus Harimurti adalah Buruk, maka tiba-tiba Cawapresnya beralih ke Muhaimin Iskandar yang juga pingin menjadi Presiden. Dan memang hasil kecocokannya Sangat Ideal. Saling mendukung jika nanti terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Bersyukurlah Agus Harimurti tidak jadi pasangan Cawapresnya Anies,karena jika jadi pun hasilnya akan tidak baik, akan sengsara ditengah jalan.
Dalam suatu wawancara dengan Dedy Corbuzier di Podcastnya, Muhaimin sempat ditanya masalah janji kampanye yang akan menggratiskan bensin bagi rakyat, jawaban Muhaimin bahwa janji itu adalah hal yang biasa dalam kampanye dan janji tersebut tidak mungkin akan terpenuhi, katanya, sambil meringis. Jawaban tersebut membuktikan kalau Muhaimin juga suka membual, berbohong. Mungkin sama-sama suka membual, berbohong ini jadi kecocokan pasangannya saling mendukung, ideal. Namun jika dilihat Kembali kode Arkand dalam diri paslon no.1 ini, masing-masing punya kode merah, kode negativity terhadap dirinya sendiri. Sehingga dapat diprediksikan bahwa dalam perjalanan hidupnya nanti jika terpilih pun akan mengalami banyak problem dalam menghadapi dirinya sendiri, belum lagi masalah politik dan kenegaraan yang harus di panggulnya. Sangat riskan. Jika anda memilih paslon no.1 ini, konsekuensinya adalah anda harus siap mendapatkan bualan dan kebohongan yang dilakukan pasangan ini.
Kita beralih ke Paslon nomor 2.
Paslon nomor 2: PRABOWO – GIBRAN
Prabowo ini sudah berkali-kali ikut dalam kontestasi Capres dan Cawapres namun selalu kalah. Dan kali ini maju lagi bersama pasangannya yang umurnya kira-kira separo dari umurnya Prabowo, yaitu Giran Rakabuming Raka. Sebelum membahas lebih lanjut mari kita lihat dahulu data Arkand Code dalam nama Prabowo, sebagai berikut :
Terlihat bahwa nama Prabowo Subianto Djojohadikusomo banyak mengandung kode-kode merah alias negativity. Oleh karenanya kemungkinan besar Prabowo banyak mengalami tragedi dan drama dalam kehidupannya dan itu disebabkan karena semesta alam kurang mendukung dalam namanya, terbukti dengan adanya kode-kode merah dalam rangkaian namanya. Namun walaupun banyak kode merah dalam namanya, setidaknya sampai saat ini beliau masih kuat bertahan, menunjukkan kalau Prabowo mempunyai kekuatan tersembunyi. Selain itu, konon Prabowo didukung oleh dana tak terbatas sehingga Prabowo sampai saat ini tetap survive. Hanya Prabowo dan orang terdekatnya yang tahu.
Selanjutnya kita lihat Wapresnya untuk kali ini yaitu Gibran Rakabuming Raka. Adapun data Arkand Code nya Gibran adalah sebagai berikut :
Dari data Arkand Code diatas, terlihat bahwa Gibran juga mempunyai beberapa kode merah dalam Namanya, yaitu yang kelihatan berbahaya adalah Harani 9. Hal tersebut bisa menandakan kondisi berbahaya yang akan ditemui dalam kehidupannya sendiri. Dan jika dilihat sebagai pasangan Capres dan Cawapres, maka berdasarkan Arkand Code maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Terlihat bahwa hubungannya adalah Sangat Buruk. Ini berarti bahwa bila mereka nanti terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, maka hubungan kerja diantara mereka tidak akan berjalan dengan baik, masing-masing bisa berjalan sendiri atau salah satu merasa tertekan atau menekan atau ditekan sehingga hubungan menjadi kurang harmonis. Jika itu didunia perkawinan maka kemungkinan cerai, sakit berkepanjangan, salah satu meninggal dunia terlebih dahulu, sakit tak tersembuhkan dan lain-lain hal buruk akan bisa terjadi,
Yang perlu diingat bahwa Gibran bisa melangkah menjadi cawapres setelah MK memberikan Keputusan bahwa ..” yang boleh mencalonkan diri adalah mereka yang berusia empat puluh tahun atau pernah menjabat sebagai Kepala Daerah..” sebuah Keputusan MK yang dinilai kontroversial oleh hampir semua pengamat hukum di Indonesia. Dan dalam waktu tidak ada satu minggu, Gibran langsung didaftarkan sebagai cawapres dari Prabowo. KPU kemudian mengumumkan bahwa peserta pemilu Presiden tahun 2024 dari pasangan Prabowo adalah Gibran. Namun KPU lupa memperbaiki tata perundangan atau peraturan di dalam KPU sendiri yang sampai pertengahan Januari 2024 ini masih mencantumkan peraturan yang lama yaitu peserta minimal berusia 40 tahun. Kondisi seperti inilah – terburu-buru memutuskan pasangan Prabowo Gibran – menjadi celah bagi kelompok pengamat hukum, untuk menggugat KPU karena KPU melanggar perundangan atau hukum yang berlaku sendiri di KPU dan saat ini masih dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Namun ini adalah dunia Politik, dimana dunia politik sangat berbeda dengan bidang kehidupan manusia pada umumnya. Politik adalah salah satu bidang kehidupan manusia yang menghalalkan segala macam cara, jangankan membuat berita hoax, memelintir data, menghina, memojokkan, menipu, memukul, menghajar dan bahkan sampai membunuh lawan pun adalah Halal, asal tujuannya tercapai. Oleh karena itu segala sesuatu di bidang politik bisa terjadi, dan jika anda mau terjun kedunia politik bersiap-siaplah untuk segala macam cara. Apalagi bila pasangan ini ngotot at any cost, berapapun biayanya, apapun caranya. At any cost disini tidak hanya bicara masalah biaya tetapi juga cara.
Namun jika dilihat Kembali kode Arkand dalam diri paslon no.2 ini, masing-masing punya kode merah, kode negativity terhadap dirinya sendiri. Sehingga dapat diprediksikan bahwa dalam perjalanan hidupnya nanti jika terpilih pun akan mengalami banyak problem dalam menghadapi dirinya sendiri, belum lagi masalah politik dan kenegaraan yang harus di panggulnya. Sangat riskan. Jika anda memilih paslon no.2 ini, konsekuensinya adalah anda harus siap mendapatkan ketidak harmonisan yang berujung tidak muncul kinerja yang baik yang dilakukan pasangan ini.
Mari kita beringsut ke Paslon nomor 3.
Paslon nomor 3: GANJAR - MAHFUD.
Ganjar sebelumnya adalah Gubernur Jawa Tengah dua periode, sedangkan Mahfud MD adalah Menko Polhukam. Kebetulan dua-duanya adalah berlatar belakang hukum. Jadi tentunya keduanya paham masalah hukum di Indonesia itu seperti apa. Mereka berdua maju sebagai Capres dan Cawapres diusung oleh PDIP, PPP dan Perindo sebuah partai kecil yang baru mencoba masuk ke Senayan. Namun saingan mereka sangat berat karena paslon nomor 1 sangat berpengalaman dalam menggunakan issue radikal agama, sedangkan paslon nomor 2 didukung oleh banyak partai yang sudah masuk di Senayan, sehingga posisi paslon nomor 3 ini seakan-akan terjepit oleh kekuatan yang besar. Sekalipun PDIP merupakan partai dengan anggota di DPR paling banyak yaitu lebih dari 20% namun saat ini PDIP seakan-akan ditinggal oleh partai koalisinya, partai koalisinya pada beringsut ke Gerindra mendukung Prabowo Gibran.
Namun baiklah kita lihat data Arkand Code untuk paslon nomor 3 ini terlebih dahulu. Data Arkand Code nya adalah sebagai berikut :
Dari data Arkand Code diatas, terlihat bahwa nama Ganjar Pranowo dari Harani sampai Coherence Value sudah positip atau hitam semua, menandakan bahwa nama Ganjar Pranowo sudah selaras dengan alam semesta. Oleh karenanya diharapkan juga semesta alam akan mendukung dalam setiap langkah kehidupannya, termasuk dalam pemilu Presiden yang baru kali ini dia ikuti. Seperti JokoWi yang mempunyai Arkand Code yang bagus, kodenya hitam semua artinya semesta alam secara positif mendukung pemilik nama tersebut, demikian pula Ganjar, maka banyak yang berharap bahwa kali ini Ganjar akan memenangkan Pemilu 2024.
Lalu bagaimanakah dengan Cawapresnya yaitu Mahfud MD. Baiklah kita lihat datanya terlebih dahulu, sebagai berikut :
Terlihat bahwa berdasarkan Arkand Code maka nama M. Mahfud MD mempunyai cukup banyak negativity atau tanda merah. Beliau bisa bertahan sampai saat ini menunjukkan kalau beliau mempunyai kekuatan tersendiri sehingga efek negative tersebut tidak atau belum terjadi pada diri beliau. Hanya beliau atau orang terdekat saja yang tahu.
Pasangan Ganjar – Mahfud MD ini jika dilihat berdasarkan kecocokan pasangan berdasarkan Arkand Code akan menjadi sebagai berikut :
Terlihat bahwa pasangan ini mempunyai ikatan hubungan bisnis yang Sangat Ideal, artinya mereka akan saling melengkapi dan saling mendukung dalam setiap langkah pekerjaan, sehingga dapat diharapkan hasil kerja mereka nanti juga akan baik. Sekalipun data di Mahfud cukup banyak merahnya. Namun seperti dalam kasus JokoWi dengan beberapa wapresnya, seperti Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin dan juga wakil Gubernur Ahok, maka mereka sebagai wakil akan dilindungi oleh orang nomor satunya, yaitu Presidennya, sehingga cukup aman. Demikian pula dengan pasangan Ganjar – Mahfud, dukungan semesta alam terhadap Ganjar akan bisa memayungi Mahfud MD juga.
Jika anda memilih paslon no.3 ini, konsekuensinya adalah pasangan ini akan mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak, namun karena hubungan keduanya harmonis, maka akan muncul kinerja yang baik yang dilakukan pasangan ini.Untuk memudahkan kita semua akan saya tampilkan sekali lagi secara berdampingan Capresnya saja, supaya kita gampang mengetahuinya kembali.
Dari ketiga Paslon tersebut, terlihat hanya nama Ganjar Pranowo saja yang positif atau hitam semua atau selaras dengan semesta alam. Oleh karenanya berdasarkan Arkand Code tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang akan memenangkan Pemilu Presiden nanti adalah pasangan Ganjar – Mahfud MD.
Namun harus kita sadari bersama bahwa dunia Politik itu bisa sangat berbeda sama sekali dengan keselarasan semesta alam, lebih banyak dikuasai egoisme individu. Namun yang tidak selaras dengan alam, pada waktunya nanti malah akan membawa ketidak beruntungan pada Masyarakat luas dan dirinya sendiri. Oleh karenanya bijaklah dalam memilih pasangan Presiden nanti.
Sekalipun demikian, harap tetap berhati-hati dan waspada karena pada tanggal pencoblosan tersebut yaitu 14 Februari 2024, adalah hari Bangas Padewan menurut Analisa tanggal Pemilu 2024, silahkan baca link tersebut.
Adapun arti dari kode HARANI menurut Arkand Code adalah sebagai berikut :
Kode yang perlu dihindari adalah HARANI 5,7,8,9,11 dan 13. Karena Harani adalah potensi yang akan terjadi pada penyandang nama tersebut. Dari semua kode HARANi tersebut, yang paling berbahaya adalah kode dengan HARANI 5. Memang kode-kode lain akan saling terkait, saling dukung mendukung dalam keselarasan nama, khususnya sampai dengan Coherence Value. Namun secara umum jika Harani hitam ( positif ) dan kode-kode sampai Coherence Value Positif ( hitam ) maka kode-kode selanjutnya akan cenderung positif ( hitam ) sehingga akan saling menguatkan. Dan sebaliknya, jika ada kode yang Merah atau Negatif, maka akan menyebabkan saling melemahkan.
HARANI 13 : Dalam fase pendek : adalah ketidakmampuan mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal dari segala Usaha yang di Jalankan
HARANI 13 : Dalam Fase Panjang : Akhir dari kehidupannya akn mengalami kematian yang di rekayasa,di mana Pelaku yg melakukan rekayasa tsb,tidak akan pernah terungkap (Contoh kasus : Munir dan Lady Diana)
HARANI 11 : Fase Pendek : Akan mengalami kegagalan dan kebangkrutan dalam Usaha,dan sering menjadi kambing hitam dalam setiap peristiwa.
HARANI 11 : Fase Panjang : akan mengalami Penghianatan Psikologis dari teman dekat,mati di bunuh karena berbeda keyakinan,Mati terbunuh karena situasi,yang akhirnya menyebabkan dia terbunuh ( Contoh : Pencuri yg kepergok tanpa sebgaja oleh orang dan untuk menghilangkan saksi dan jejak,terpaksa orang tsb harus di bunuh).
Harani 9 : Fase pendek : Mengalami kegagalan dalam pengelolaan Keuangan.
HARANI 9 : Fase Panjang : akan mengalami kematian karena di bunuh oleh lawannya dan akan mati bunuh diri karena minum sesuatu atau memasukkan sesuatu kedalam tubuhnya (Narkoba),juga akan mengalami Penyakit menular yang mematikan (AIDS,SARS,EBOLA dll) kalau sinchronicity dan coherence nya sangat rendah.
HARANI 8 : Potensi 1 : potensi Dominan akan mengalami Kematian karena kecelakaan tragis ( Contoh : Ustad Jeffry dan kecelakaan pesawat Sukhoi di gunung Salak,krena Pilot,copilot,Pramugari dan sebagian besar penumpangnya ber Harani 8)
HARANI 8 : potensi ke 2 : Menderita Penyakit yang berat dalam waktu lama ( Stroke,jantung,liver,kanker dll)
HARANI 8 : potensi yg 3: Potensi mati Bunuh diri,karena Gantung diri.
HARANI 7 : Fase pendek : dalam kehidupan akan mengalami kesulitan dalam mengalokasikan dan mengalami masalah keuangan
HARANI 7 : Fase panjang : Berpotensi besar menderita kanker dan tumor dan berpotensi juga mati di bunuh karena konflik Emosional (contoh cinta segitiga).
HARANI 5 : ini adalah harani yang paling jelek dari semua harani di atas,semua apes dan kejelekan di harani sebelumnya ada di harani ini,maka hati hati klu ada yg harani 5,mau tidak mau,suka tdk suka. Adanya bahaya di masalah - masalah kepercayaan. Cenderung ada pikiran untuk menipu kekasih anda karena tergoda. Jika anda jatuh dalam jebakan, anda bepotensi kehilangan segalanya yang anda anggap sangat berarti. Namanya harus di rubah atau di tambahkan.
HARANI 5 : Mudah di tipu orang,mati krn penyakit kronis,Mati karena di racun dan yang meracun tidak akan pernah terdeteksi,mati karena kecelakaan,dihianati oleh teman sendiri,dan puncaknya adalah berpotensi akan mati di bunuh oleh Kawan bukan Lawan ( pacar sendiri,saudara sendiri). Harani ini adalah angka yang bisa dikatakan paling parah dari semua angka Ending Code yang ada, berpotensi sering mengalami kesialan dan keburukan, rata - rata hal negatif yang terjadi dalam parameter ending code yang lain terjadi juga di angka Harani ini. maka sebaiknya berhati - hatilah jika nama anda mengandung Ending Code 5 ini. selain itu berpotensi mudah ditipu orang, dihianati oleh teman sendiri, dan lainnya.
Silahkan lanjut baca : Analisa tanggal Pemilu 2024
Atau :















0 Response to "ANALISA CAPRES 2024 BERDASARKAN “ARKAND CODE”"
Posting Komentar