Benarkah ada kekuatan pada sebuah Nama?
Benarkah ada kekuatan pada sebuah NAMA?
Bagian I:
Perbaikan struktur Nama pernah popular ketika Arkand Bodhana tampil di panggung Kick Andy. Walaupun sebenarnya di beberapa Media TV lain Arkand juga dijadikan narasumber dalam berbagai topik wawancara. Sejak saat itu pengecekan Nama diri menjadi trending di seluruh Indonesia. Padahal jauh sebelum Arkand popular, dalam budaya Jawa sudah ada cara perhitungan untuk melakukan pembuatan struktur nama diri. Dalam Masyarakat Jawa, ketika seorang bayi atau anak mengalami berbagai masalah dalam kehidupannya terutama dalam kesehatannya, maka akan dicari orang yang mampu memberikan nama agar si bayi atau anak tersebut menjadi sehat, terhindar dari marabahaya. Demikian pula ketika lelaki Jawa mulai memasuki mahligai rumah tangganya, maka sang lelaki akan memberi nama tambahan atau malah ganti nama sesuai dengan harapan agar bahtera rumah tangganya berjalan nir ing sambekala ( tanpa adanya marabahaya yang mengganggunya ). Biasanya disebut sebagai “nama tua”. Kira-kira sampai dengan tahun1950an tradisi memberi nama tambahan setelah menikah ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakata Jawa.
Memang karena huruf Jawa adalah peninggalan dari Bahasa Sansekerta dan kemudian dicampur tangani oleh beberapa penguasa Kerajaan Jawa dahulu kala maka huruf-huruf Jawa mengalami perubahan. Campur tangan dari penguasa Kerajaan Jawa pada waktu itu adalah dengan diperbaharuinya huruf Jawa dengan cerita Adanya Utusan, sama-sama membawa pesan dari junjungannya, namun kedua utusan tersebut sama-sama digdayanya, lalu mereka bertarung dan akhirnya mati keduanya. Dari cerita tersebut lahirlah huruf-huruf Jawa yang digunakan sampai sekarang ini namun ada beberapa huruf latin yang tidak dikenal dalam Bahasa Jawa tersebut. Seperti huruf F,Q, V, X,Z. Dan dari huruf Jawa tersebut, kita dapat memahami mengapa dalam nama-nama Jawa tidak ada nama yang menggunakan huruf F,Q, V, X,Z.
Terlepas dari masalah huruf Jawa tersebut, mari kita lihat kembali Pembuatan Nama menurut kode-kode Arkand Bodhana. Kode-kode dalam pembuatan Nama menurut Arkand Code ini berdasarkan huruf-huruf latin pada umumnya yang dikenal di dunia Internasional, sehingga bisa menggunakan huruf F,Q, V, X,Z. Oleh karena itu, kode Arkand ini bisa digunakan oleh orang Jawa maupun di dunia Internasional lainnya. Adapun angka-angka yang digunakan dalam penyusunan Nama tersebut adalah susunan dari angka 1 sampai dengan 9. Banyak sekali kode-kode yang harus diperhatikan dalam penyusunan nama tersebut, tapi yang paling penting adalah menghindari dari munculnya kode HARANI yang buruk, yaitu angka 5,7,8,9,11 dan 13. Beberapa contoh yang sudah diberikan dalam Facebook ataupun websitenya Arkand, baik nama Artis, Atlet, Politikus, Orang Kaya dan lain-lainya yang menerangkan gagal dan suksesnya orang-orang tersebut. Namun yang menarik adalah tokoh Nasional Indonesia, Ir. Soekarno. Seperti kita ketahui, Soekarno waktu kecil Bernama Koesno,tetapi sering sakit-sakitan, oleh Eyangnya lalu namanya diganti menjadi Soekarno, beberapa saat kemudian bisa sehat dan tumbuh berkembang, akhirnya menjadi Presiden RI pertama. Berikut adalah hasil screenshot perhitungan Arkand berdasarkan software SCS Tool Platinum nya terhadap Ir. Sukarno.
Akan saya tulis ulang kalimat yang menarik diatas : .. dan juga kehilangan kemampuan dalam mengenali siapa lawan dan siapa kawan dengan baik. Dalam catatan Sejarah menunjukkan bagaimana Sukarno jatuh dalam perjalanan karir politik dan meninggal akibat sakit gagal ginjal dan komplikasi jantung, dst..
Berdasarkan hasil scrutinize software SCS Tool platinum buatan Arkand tersebut, nama Sukarno ber Harani 2. Lalu Arkand memberikan penjelasan tambahan bahwa Sukarno mengalami berbagai hal dalam karir Politiknya yang tidak mampu mengenali siapa kawan dan lawan , pada dasarnya dikhianati oleh lawan maupun kawan politiknya.
Mari kita lihat apa maksud Harani 2 tersebut. Dalam Ilmu Manutiras yang Arkand buat sendiri, Harani 2 adalah :
Dalam fase pendek : berpotensi memiliki koneksi - koneksi baru dalam bisnis atau pergaulan, meningkatnya kesadaran akan rasa syukur terhadap kehidupan , meningkatnya kepekaan terhadap insting kehidupan dan bisnis, memiliki kemauan untuk bermitra dengan orang lain, mudah bernegosiasi dan bijaksana.
Dalam fase panjang : Dalam fase panjang lancar dalam hubungan, juga berpotensi sukses, lancarnya keuangan dan perekonomian.
Lantas dimanakah hubungan dengan karir politiknya yang tidak mampu mengenal siapa lawan dan siapa kawan, yang akhirnya dikhianati oleh lawan maupun kawan? Tentu bagi para pembuat Nama yang menggunakan Arkand code, akan menjawab dengan munculnya kode-kode lain yang bisa saling berhubungan dan berbagai alasan lainnya. Namun tetap saja menjadi tidak jelas alasan pokoknya , mengapa Sukarno dikhianati oleh kawan. Tidak ada kode Arkand yang mengatakan demikian.
Karena penasaran, lalu saya hitung ulang menggunakan ilmu Manutiras nya Arkand. Hal ini saya lakukan karena pernah pada waktu perhitungan nama untuk klien Arkand, saya ingatkan dia, bahwa yang pesan nama tersebut adalah Perempuan ( Gender : Woman ),bukan Laki-laki ( Gender:Man ) jadi harus disesuaikan dengan gender nya, lalu diperbaikinya nama klien Perempuan tersebut . Namun setelah itu saya mulai ragu, sehingga saya mulai mendalami ilmu manutiras ini, walaupun tentu tidak sedalam Arkand sendiri.
Setelah bertahun-tahun saya bisa menemukan “kekeliruan-kecil” SCS Tool Premium Arkand tersebut. Menurut perhitungan saya, Presiden RI Pertama tersebut dengan Nama Sukarno dan tanggal lahir 6 Juni 1901 adalah ber HARANI 9, bukan HARANI 2. Saya tidak percaya akan hasil perhitungan saya tersebut, lalu saya hitung-ulang lagi, dan hasilnya tetap HARANI 9.
Apa kata HARANI 9 menurut ilmu Manutiras Arkand ? Ini adalah penjelasan HARANI 9 sebagai berikut :
HARANI 9 : Fase pendek : Mengalami kegagalan dalam pengelolaan Keuangan
|
||
Jika kita
baca arti dari HARANI 9 untuk Fase Panjang, menjelaskan tentang kondisi akhir Sukarno,
yang dibunuh oleh lawannya . Bukankah kondisi Sukarno
di akhir karir Politiknya adalah “dibunuh” oleh lawannya ? Dengan tuduhan
ber-macam2 dan ditahan tanpa diadili lalu menderita sakit dalam status tahanan
rumah. Adapun komplikasi-sakit yang dideritanya
adalah karena akibat tahanan rumah yang sangat ketat dikenakan terhadap Sukarno,
dan tentu juga akibat pikiran!.
Jika kita baca HARANI 9 dalam fase pendek ,akan menerangkan kondisi keuangan RI pada waktu itu yang sulit, sehingga rakyat banyak yang makan Bulgur, bantuan dari Amerika.
Harani 9 lebih dekat dan tepat dibanding Harani 2 hasil scruntinize Arkand SCS Tool Premium !. Pada Harani 2, Arkand masih harus memberi penjelasan tentang kisah tragis Sukarno yang dikhianati dan “dibunuh” oleh lawan Politiknya.
Demikian pula
ketika perubahan nama dari Koesno menjadi Soekarno, ada kode O=3 dan
Synchronicity yang rendah sekali, dimulai dari umur Soekarno sekitar 5 tahunan
sampai sekitar 40 tahunan, walaupun ketika tahun 1947 Soekarno mengubah namanya
menjadi Sukarno. Namun sampai umur 40 tahunan kode O=3 dan Synchronicity yang rendah tidak nampak
menjadi kenyataan pada diri Soekarno, tentu ini adalah hal yang menjadi tanda
tanya, perlu dipikirkan ulang. O=3 adalah kode Obstacle yang merupakan sebuah Parameter yang mengindikasikan
potensi sakit baik oleh suatu penyakit ataupun kecelakaan. Hanya
kadang-kadang saja muncul dalam beberapa struktur nama. Tidak Semua orang
memiliki.
Jadi
dengan adanya kode O=3 pada nama Soekarno yang
memungkinkan seseorang akan mengalami sakit atau kecelakaan ternyata
tidak menjadi kenyataan pada diri Soekarno. Mestinya kode O=3 akan memberikan
informasi kepada kita semua bahwa Soekarno mengalami suatu penyakit serius
tertentu atau mengalami kecelakaan yang berakibat pada dirinya. Tetapi toh
tidak ada indikasi kode O=3 terjadi pada diri Soekarno. Padahal menurut
perhitungan Kalacakra nya Arkand, sudah melewati umur 36 tahun dan sudah
memasuki putaran Kalacakra kedua yang berakibat menguatnya kode negative dalam
Nama tersebut namun toh tidak terjadi.
Lalu pada waktu yang lain, saya coba untuk menghitung Nama dari Klien Arkand yang lain, menurut hasil scrutinize SCS Tool Nama klien tersebut ber HARANI 13. Setelah saya cek ulang dengan ilmu yang sama, hasilnya orang tersebut ber HARANI 4. Saya ulang lagi berkali-kali tetap HARANI 4 hasilnya, berbeda dengan hasil scrutinize tersebut yang menyatakan HARANI 13.
Atas dasar perhitungan ulang tersebut saya berpendapat, bahwa SCS Tool Premium Arkand, pada waktu Arkand masih hidup saja masih terdapat kekeliruan khususnya dalam menentukan HARANI, apalagi kalau menggunakan SCS Tool KW, entah Kw keberapa pun, tentu juga akan tetap mengalami kekeliruan. Mungkin ini dianggap kekeliruan kecil, tapi menurut saya, dengan menggunakan ilmu Manutiras yang sama tetapi hasilnya koq bisa berbeda, khususnya pada HARANI 2,4,9,11 dan 13, bisa saling tertukar tempat, menurut saya, karena kekurang telitian akibat banyaknya syarat dalam penentuan HARANI tersebut.
Oleh karena itu berhati-hati lah dalam menentukan HARANI, apalagi bagi para klien yang Namanya ingin diperbaharui.
Lanjut baca ..




0 Response to "Benarkah ada kekuatan pada sebuah Nama?"
Posting Komentar