Menanti dengan gelisah, tergenapinya tulisan dan tanda tangan Jokowi.

 

Januari 2024.

Sebelum Jokowi maju sebagai Capres di tahun 2014 saya sudah sempat mengumpulkan tulisan tangan Jokowi sewaktu menjabat Gubernur DKI. Pada kurang lebih tahun yang bersamaan pula saya mendapatkan data tentang kekuatan nama Jokowi menurut kode Arkand Bodhana.

Saya sajikan kumpulan tulisan tangan Jokowi untuk saudara baca, teliti dan nikmati dan nanti akan saudara pahami semua sejak kapan Jokowi berubah baik disadari maupun tidak disadari.

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/marjunul/55207e81a33311af4646cfaf/analisa-tulisan-tangan-jokowi.

Pesan Jokowi ditulis diatas kertas HVS ukuran A4 tahun 2014. Saudara semua dapat membaca dan melihat tulisan tangan Jokowi yang enak dibaca dan dirasa, semua indikator tulisan terlihat masih sehat dan normal, nyaman dirasakan. Maka demikianlah orang tersebut dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang patuh pada aturan, lurus sederhana, analitis namun suka menjalin hubungan dengan orang, walaupun kadangkala suka menarik diri dari lingkungannya. Yang berbeda adalah tanda tangannya. Namun saya ingin saudara memperhatikan tanda tangan Jokowi tersebut dahulu dan akan saya simpan untuk saya bandingkan dengan tanda tangan di periode berikutnya dan saudara dapat mengetahuinya ada apa dibalik tulisan dan tanda tangan tersebut.

Kita beralih ke periode berikutnya :

Sumber:https://www.kompasiana.com/www.febrialdiali.blogspot.com/568395d4917a614d07ae5991/tulisan-tangan-presiden-jokowi-tentang-impian-indonesia-2015-2085-dalam-kapsul-waktu.

 Ini tulisan tangan Jokowi tahun 2015, jika anda perhatikan secara detil maka anda akan melihat perubahan itu, khususnya pada titik diatas huruf “-i” atau “-j”, bentuknya sudah di jabbed atau seperti dicoret diatas huruf.  Huruf yang lain masih terlihat kurang lebih sama, masih terlihat indikator analitis dan masih terlihat suka menjaga hubungan dengan orang dan target yang masih rata-rata. Lalu ada huruf yang dicoret atau dihapus. Enerji yang terlihat juga masih sama, itu yang menjadikan sebab Jokowi suka blusukan karena memang beliau dikaruniai enerji yang melimpah sehingga bagi aparatur negara, terlihat beliau berbeda dengan Presiden yang lain. Presiden sebelumnya terlihat lebih menyukai seremonial, lepas tangan, pemerintahannya berjalan sendiri, sedangkan Jokowi lebih suka blusukan, melihat langsung ke lapangan. Sebenarnya Turba – Turun keBAwah atau dalam bahasa manajemen Jepangnya adalah Genba, bukanlah suatu hal yang asing, sudah terbiasa dan memang harus seperti itu bagi seorang pemimpin, harus sering Genba, mendapatkan data langsung ke akar rumput, bukan hanya puas menerima laporan seperti kebanyakan pimpinan tentara atau sipil Indonesia pada umumnya, baik politikus ataupun bukan.  

Kemudian tahun 2019 :


Sumber : https://kabar24.bisnis.com/read/20190327/15/904868/5-berita-populer-nasional-pesan-jokowi-ini-viral-di-media-sosial-dan-anggaran-pemilu-2019-tembus-rp2559-triliun.

Di tahun 2019 inipun tanda titik diatas huruf”-i” dan “-j”  sudah tetap menjadi jabbed atau dicoret, ini menandakan bahwa selama waktu tersebut ada perubahan psikologis dalam diri Jokowi. Kemudian beberapa huruf di tulis ulang / double seakan akan ingin menandaskan sesuatu, karena mungkin beliau merasa ragu-ragu. Demikian pula dengan huruf k nya, sudah menurun kualitas bentukan huruf k nya.

 Dari keempat spesimen tulisan tangan Jokowi diatas, dapat kita lihat bahwa bentuk tulisannya sudah mulai berubah dari tahun 2015. Namun bentuk tanda tangannya relatif sama.

Ini menandakan ada perubahan kejiwaan dan dorongan emosional dalam diri pak Jokowi, mungkin karena beban dalam masa kepresidenan memberikan pengaruh besar terhadap sudut pandang, pengetahuan, kekuasaan dan lain-lain sehingga secara tidak sadar berpengaruh terhadap kondisi psikologis Jokowi. Terbaca dalam tulisan mulai tahun 2015, ada emosi yang melonjak, mungkin dipendam saja, tetapi jelas ada faktor kejengkelan atau “kemarahan” disana. Sekalipun demikian, cara menyampaikan dirinya kepada masyarakat masih cenderung tetap sama yaitu dapat dilihat pada tanda tangan beliau yang nyaris sama dari tahun 2014 -2019 bahkan sampai hari ini.

 

Sumber  : https://news.detik.com/foto-news/d-3776691/tebak-tebakan-mana-angka-1681-di-tanda-tangan-jokowi.

Saya sudah menyimpannya tulisan dan tanda tangan tersebut sejak beliau menjadi Gubernur DKI lalu menjadi Presiden RI periode pertama. Saya gelisah, masygul, apakah benar akan terjadi pada orang yang mempunyai tulisan dan  tanda tangan tersebut? Saya menunggu 10 tahun untuk membuktikan bahwa Analisa tentang tulisan dan tanda tangan tersebut akan terjadi pada pemiliknya, apakah benar? Saya gelisah.

Mengapa saya gelisah? Karena ada Analisa lain yang berdasarkan kekuatan nama, berdasarkan kode Arkand Bodhana, Joko Widodo “kuat” karena selaras dengan alam. Namun tulisan dan tanda tangannya koq seperti itu? Manakah yang kuat antara Tulisan dan Tanda Tangan dengan Nama? Sama-sama Pseudoscience. Apakah dua-duanya akan terjadi?

Jika berdasarkan Analisa kekuatan nama berdasarkan kode Arkand, nama Jokowi adalah sebagai berikut : 

Data diatas menunjukkan bahwa pemilik nama Jokowi tersebut selaras dengan alam, semua kode dalam wilayah aman, semua hitam, didukung oleh alam, oleh karenanya, sebelum pemilu Presiden 2014 pun sudah “diramalkan “ bakalan menang, karena lawannya kebetulan banyak “merahnya” di dalam kode-kode enerji dalam  namanya masing-masing.

Namun dalam perjalanan pemerintahannya Jokowi kita merasakan hal yang lain yaitu sekalipun beliau memberikan bukti bahwa beliau bekerja untuk rakyat dengan berbagai program yang terasa di tingkat bawah, namun banyak yang masih mencaci dan merendahkan beliau. Dari manakah situasi tersebut bisa dibaca? Padahal jelas hasil yang terjadi di akar rumput sangat terasa dan bahkan ketika masa Pandemi dilaluinya dengan berat tapi kondisi keuangan Negara dan pertumbuhan ekonomi masih terjaga bahkan termasuk yang terbaik di Kawasan Asean.

Jawabnya ada di tulisan dan tanda tangan beliau, ada di kondisi psikologis beliau yang tak disadari.

Beliau mempunyai enerji yang cukup melimpah sehingga itu yang mendorong beliau untuk senang blusukan, turba, menunjukkan kerajinan dalam bekerjanya, sehingga sering bertemu dengan rakyatnya, suatu kegiatan yang jarang dilakukan oleh Presiden-Presiden pendahulunya. Patuh pada aturan, lurus sederhana, suka analisa, logis, namun tetap suka menjaga hubungan dengan orang atau masyarakat namun kadangkala menarik diri dari lingkungan. Mulai tahun 2015 terlihat ada letupan emosi,kejengkelan, kemarahan dalam diri Jokowi, mungkin hanya dilingkungan sekitarnya yang tahu. Dalam menyatakan pendapat atau ide beliau merasa sudah menyampaikan dengan lengkap dan jelas, namun bagi pendengarnya, pembantu dalam bekerjanya, masyarakat luas, belum tentu paham yang beliau maksudkan. Sehingga sering kali beliau melakukan kegiatan atau penjelasan yang kadang kala salah dipahami oleh orang sekelilingnya. Demikian pula sebaliknya, kadang kala maksud dari masyarakat luas itu apa, beliau beda pendapat atau pemahamannya.

Tanda tangan beliau, Jokowi menyatakan bahwa beliau merasakan apa yang dicoretkan sebagai tanda tangan adalah nama dirinya sendiri, tetapi orang lain tidak dapat membaca tulisan tersebut, tidak dapat memahami bahwa coretan tanda tangan tersebut adalah milik orang yang bernama Joko Widodo.

Jika kita kumpulkan tanda tangan Jokowi saja maka akan tersaji sebagai berikut :


 

 

 

 






  

TT Jokowi 2019

 


 TT Jokowi di Ksatrian Marinir.

 

Tanda tangan adalah jendela bagi diri pribadi untuk menyatakan ekspresi atau siapa dirinya sendiri kepada dunia di sekelilingnya. Ketulusan, kejujuran, kondisi  pribadi secara tidak sadar akan terekspresikan dalam tanda tangan tersebut. Itu sebabnya di negara-negara maju yang terdidik dengan baik, seseorang akan memberikan tanda-alam nya yang disebut signature pada kolom “tanda tangan” nya sesuai dengan namanya, paling tidak, mudah terbaca coretan signaturenya ada namanya.

Sedangkan di Indonesia, kebalikan dari semua itu, sejak kecil tidak pernah diberitahu tentang bagaimana cara tanda tangan, malah ada yang menyatakan agar tanda tangan jangan mudah ditiru sehingga bikin tanda tangan yang sulit ditiru akibatnya banyak tanda tangan yang ruwet, bundet dan sulit dibaca. Ada ketidak jujuran, ketidak tulusan, ketidak sinkronan, ketidak harmonisan antara diri pribadi dengan kehendak untuk menyatakan dirinya sendiri.

Kita semua tahu tanda tangan tersebut adalah tanda tangan Jokowi Presiden RI karena ada nama Jokowi dibawahnya, jika tidak ada, dari mana kita tahu? Jika tulisan nama Jokowi dibawah tanda tangan tidak ada, atau anda tutupi namanya,  dapatkah kita membaca tanda tangan tersebut terselip ada nama Jokowi atau Joko Widodo?

Jika tidak ada nama Jokowi dibawah tanda tangan tersebut lalu anda kebingungan tidak tahu itu tanda tangannya siapa, itu wajar, anda normal. Karena tanda tangan tersebut hanya dapat dibaca sendiri oleh Jokowi dan Tuhan.

Terlepas dari rumor adanya kode nomor mahasiswa Jokowi sewaktu kuliah, 1681, yang konon diselipkan dalam tanda tangan tersebut yang hanya Jokowi saja yang tahu.

Tanda tangan tersebut terbentuk dari minimal 10 -14 angkatan alat tulisnya. Diawali dengan goresan yang meliuk-liuk lalu coretan garis kebawah lalu coretan seperti huruf k, n, atau u diakhiri dengan goresan keatas dan kebawah masih disusul lagi dengan tanda centang diatas. Coretan yang seperti huruf n atau u, di tiap tanda tangan cenderung bervariasi jumlahnya. Dibandingkan dengan tulisan tangan beliau maka tanda tangan nya cenderung lebih besar dan pada tanda tangan sulit dibaca, apakah itu ada nama Jokowi atau tidaknya. Artinya, antara tulisan dengan tanda tangan berbeda. Ini menandakan adanya perbedaan antara apa yang nampak dari luar dengan apa yang ada di dalam diri Jokowi. Secara nampak dari luar, secara manajemen, beliau ingin menyampaikan bahwa dia adalah orang yang patuh pada aturan, lurus, sederhana, analitis namun sekaligus mau dekat dengan orang akan tetapi jauh didalam sanubarinya, didalam jiwanya ada trauma yang harus ditutupinya. Terbaca bahwa Jokowi sebenarnya ingin menutupi sesuatu dalam dirinya, mungkin pernah terjadi di masa lalunya ada yang harus ditutupinya, dirahasiakan, seakan-akan beliau mengatakan bahwa lebih baik aku menderita, lebih baik aku sakit ( menyakiti diriku sendiri ), dari pada orang lain ( bisa keluarga ) yang menderita, dia mau mengorbankan dirinya. Oleh karena itu tanda tangan beliau menyatakan juga bahwa beliau sebenarnya ingin menghindar dari komunitas, lebih berusaha melindungi keluarganya.  Namun disisi lain, ada indikator yang menyatakan bahwa pada akhir nanti si pembuat tanda tangan tersebut akan mengalami penurunan. Ketika membaca penurunan ini, saya tahan nafas dahulu, penurunan apa ini? Bisa penurunan karena kesehatan, bisa juga karena di bidang karier .

Itu sebabnya saya menunggu momen saat ini, saat 10 tahun masa jabatan Jokowi akan berakhir. Menurut tanda tangannya, beliau akan mengalami penurunan, namun penurunan apa ? apakah kesehatan atau kariernya akan turun kinerjanya atau  karena diturunkan? Saya masih menunggu saat itu tiba. Apakah Jokowi akan turun baik-baik sesuai dengan masa jabatannya yang telah berakhir atau turun karena kesehatan atau turun karena hal yang lain, saya telah menunggunya selama sepuluh tahun dan akan segera tiba saatnya. Masyarakat pada kebingungan melihat ulah Jokowi sedangkan saya menikmatinya. Itu sebabnya saya tidak begitu antusias dalam menghore-horekan keberhasilan Jokowi ataupun memaki-maki kesalahan Jokowi , karena saya tahu bahwa beliaupun juga mempunyai masalah psikologis pribadi yang dipendamnya, trauma masa lalunya, keinginan untuk menghindar, keinginan untuk melindungi keluarganya. Suatu hal yang tak pernah dilihat dan diperhatikan dalam gebyaran dunia politik.

Akankah tulisan dan tanda tangan Jokowi menjadi kenyataan? Tergenapikah apa yang tersirat dalam tulisan dan tanda tangan Jokowi? Tinggal beberapa bulan lagi saat penyerahan jabatan ke Presiden berikutnya. Kita tunggu, apakah Pseudoscience  - Handwriting ( tulisan dan tanda tangan ) atau Nameology ( kekuatan sebuah nama ) - yang akan menjadi kenyataan, keduanya saya memahami.  

Sabar dikit lah..

  Lanjut baca ....

Analisa Capres 2024

 

 

    

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menanti dengan gelisah, tergenapinya tulisan dan tanda tangan Jokowi."

Posting Komentar