Rupa dan Nama

 

Bagian III

Kekuatan sebuah NAMA

Rupa dan Nama

Segala sesuatu yang ada di alam semesta  ini, bergerak sesuai dengan hukum alam. Ketika Sang Pencipta menciptakan jagad raya ini sudah lengkap dengan hukum-hukum alamnya. Hukum-hukum alam tersebut ada yang sudah ada yang diketahui ( “diketemukan” ) dan ada juga yang belum di ketahui. Yang belum diketahui, manusia hanya bisa merasakan bahwa ada “sesuatu” yang bekerja namun tidak ( belum ) diketahui apa itu.

Semua benda-benda yang diam atau bergerak bisa diketahui oleh manusia melalui alat penglihatan yang disebut mata.

Semua benda-benda yang mengeluarkan bau bisa diketahui oleh manusia melalui alat penciuman yang disebut hidung.

Semua benda-benda yang mengeluarkan bunyi bisa diketahui oleh manusia melalui alat pendengaran yang disebut telinga.

Semua benda-benda yang mengeluarkan rasa bisa diketahui oleh manusia melalui alat pengecap rasa yang disebut lidah.

Semua benda-benda yang mengeluarkan panas, dingin, kasar, halus bisa diketahui oleh manusia melalui alat peraba yang ada disekujur tubuh manusia yaitu yang disebut kulit.

Semua alat pada manusia itu biasa disebut Panca Indera atau Panca Indriya. Panca Indera atau Panca Indriya tersebut berasal dari Bahasa Jawa Kuno atau Bahasa Sansekerta. Lalu masuk ketubuh manusia, organ manusia yang pertama kali memproses “berita” dari Panca Indera tadi adalah Otak Manusia. Setelah otak memproses informasi yang diterima dari panca Indera, kemudian hasilnya diteruskan melalui syaraf tertentu ke Mental manusia.

Jika hasil proses di  otak tersebut menyenangkan maka hasilnya akan membuat mental manusia senang. Jika hasilnya netral, maka respon mental manusia juga akan netral. Lalu ada juga hasil proses di otak yang membuat mental manusia tidak senang.

Demikianlah semua panca Indera meneruskan informasi yang diterimanya dari dunia ini ke otak kemudian diproses di otak dan hasilnya diteruskan ke mental manusia, yang diterima oleh mental manusia menjadi Senang, Netral dan Tidak Senang. Pada dasarnya hanya tiga jenis saja yang diterima di mental.

Pada awalnya semua berjalan lambat, seperti orang berjalan biasa, sehingga panca indera manusia masih mampu menerima nya dengan baik demikian pula otak dan mental manusia pun  masih bisa menerima dengan apa adanya.

Namun karena manusia berkembang, budaya berkembang, kebutuhan manusia menjadi mendesak untuk segera dipenuhi, maka panca inderapun menerimanya dengan sangat cepat perubahannya, sehingga otakpun ikut cepat memprosesnya dan berakibat perubahan informasi yang diteruskan ke mentalpun berubah dengan cepat dari senang ke netral dan ke tidak senang, bergantian secara cepat bolak balik. Dan ada juga yang dari senang ke tidak senang, bolak balik secara cepat dan tidak teratur pergantiannya.

Ada manusia yang masih mampu menerima perubahan sikap mental tersebut, namun ada juga yang tidak mampu mengikuti pergerakan perubahan sikap mental tersebut, sehingga manusia itu bingung sendiri dan akhirnya menjadi sakit. Ada sakit yang muncul ke fisik atau tubuh manusia, ada  juga sakit yang tidak muncul ke fisik namun tetap di mentalnya, sehingga mental menjadi sakit.  Mental yang sakit didalam tubuh manusia ini bisa menjadi pendorong munculnya beraneka jenis sakit yang kemungkinan tak terdeteksi oleh pengobatan medis secara biasa di rumah sakit.

 

Dari penjelasan tentang panca Indera, otak dan mental diatas, jika ketiga fungsi tubuh manusia itu diterjemahkan kedalam Bahasa Jawa Kuno atau  Bahasa Sansekerta maka akan menjadi Panca Indera, Anggitha, dan NAMA. Dunia yang di Indera oleh Panca Indera manusia itu disebut RUPA. Nama itu adalah mental. Nama seharusnya dibaca Nam, tapi karena orang-orang di Nusantara itu huruf hidup dibelakang selalu diucapkan maka menjadi NAMA. Itulah alasannya mengapa Nama menjadi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia karena berhubungan dengan Mental manusia itu sendiri.

Itulah sebabnya mengapa pada budaya Jawa ketika melihat bayi atau anak-anak yang  sering sakit maka yang sering dilakukan adalah menambahi atau mengganti Namanya. Hal tersebut adalah salah satu upaya agar si bayi atau anak segera sembuh dengan mencoba mengharmoniskan mental ( Nama ) anak tersebut dengan semesta alam, berdasarkan petung jawa ( perhitungan jawa ), agar mampu menghadapi dunia fisik, dunia yang inderawi, Rupa.

Ketika seseorang bayi, anak-anak atau orang dewasa sakit fisik, sering dibawa ke tabib, sinshe atau dokter berharap untuk mengobati sakit fisiknya. Ada yang bisa diobati lalu sembuh ada juga yang tetap sakit. Pada beberapa kasus,  diobati dengan resep obat yang sama, beberapa orang sembuh dan lainnya tidak sembuh, sudah berbagai macam cara dilakukan untuk pengobatan namun hasil tetap sama saja masih tetap sakit tak kunjung sembuh.

Ada orang yang berusaha memperbaiki Nama saja. Ada yang berhasil dan ada pula yang tidak berhasil. Yang berhasil umumnya masih muda, namun ada juga yang masih muda tapi tetap tidak berhasil. Jika sudah tua atau berumur apa ya masih bisa jika hanya nama saja yang diperbaiki?

Jika kita perhatikan urutan masuknya ke mental maka akan ada Rupa, Panca Indera, Anggita dan Nama. Fisik atau tubuh dipengaruhi oleh Panca Indera, Anggita dan Nama. Ketika sakit yang diobati adalah fisiknya. Ketika malang menimpa baru berusaha memperbaiki yang lain.

Panca Indera, Anggita dan Nama ada pada diri kita sendiri sejak lahir. Oleh karena itu harus kita lihat dahulu perjalanan diri kita sendiri dari bayi sampai saat ini. Secara garis besar akan terlihat sebagai berikut :

  1. Ketika dalam pengasuhan Keluarga sendiri ( Lingkungan Keluarga ).
  2. Lingkungan Pergaulan ( Pendidikan sampai bekerja sampai saat ini).
  3. Pengaruh DNA dan Energi yang menyertainya.

 

  1. Lingkungan Keluarga, sangat berperan dalam pengembangan kepribadian diri kita masing-masing. Keluarga yang menaruh pengasuhan dan pembinaan yang baik sejak bayi sampai anak-anak sekolah sampai selesai dengan baik akan  menguatkan si anak dalam menghadapi gelombang kehidupan selanjutnya. Pembinaan yang baik disini adalah perhatian, Pendidikan yang baik, kata-kata dari ortu yang mendukung- tidak menyakitkan bagi anak-anak, kecukupan gizi dan lain-lain yang bersifat positif. Pada umumnya anak-anak dari keluarga yang penuh perhatian dan kata-kata positif dari ortunya akan lebih mampu menghadapi gelombang kehidupan. Dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga yang mampu,kecukupan gizi, Pendidikan cukup baik, tapi kata-kata dari ortu sering menyakitkan, kata-katanya tajam menusuk walaupun disampaikan dengan tidak dengan membentak tapi menusuk hati,biasanya akan selalu diingat secara negative oleh anak-anaknya. Demikian pula ortu yang sering membentak, memaki anak-anaknya, biasanya akan menyebabkan si anak tumbuh kurang baik juga.
  2. Lingkungan Pergaulan, disini dimaksud ketika anak-anak tumbuh berkembang dari Pendidikan dasar sampai lulus Sekolah Menengah Atas atau bahkan ke Universitas dan kemudian bekerja. Lingkungan Pendidikan akan sangat berpengaruh karena biasanya juga anak-anak akan berteman diluar sekolah juga dengan teman sekolah dan juga dengan teman diluar sekolah. Lingkungan ini akan mempengaruhi memori si anak sampai dia dewasa pula. Jadi ini tambahan pengalaman si anak dalam menghadapi kehidupan itu sendiri.Secara tidak sadar akan berpengaruh terhadap diri sendiri dalam menghadapi gelombang kehidupan di kelak kemudian hari.

Ketika seseorang masih menjadi anak-anak dan mengalami peristiwa yang dianggap kurang menyenangkan seperti dibentak, dimarahi, disakiti hatinya, atau ortu mengalami perceraian yang tentu akan menyakitkan buat si anak, pernah mengalami kecelakaan – sekalipun tidak fatal, apalagi kecelakaan fatal – semua itu secara tidak sadar akan terekam dalam ingatan si anak sampai terbawa ketika dewasa bahkan ada yang terbawa sampai tua. Dan jika yang bersangkutan diminta menulis karangan apapun, akan “terbaca” oleh seorang Handwritting Analyst ( Grapholog ) bahwa ada pengalaman traumatik dalam kehidupannya. Pengalaman Traumatik ini biasanya tidak disadari oleh ybs, namun sangat mungkin akan menjadi penghalang dalam menjalani kehidupannya.

 

  1. DNA dan energi yang menyertainya adalah sifat dan karakter kita yang diwarisi dari DNA kedua ortu kita yang ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan kita ini. Jika pertemuan antara sperma dan ovarium di dalam Rahim sempurna membentuk diri kita, maka kita bisa lahir dengan sempurna. Namun jika pertemuan sperma dan ovarium kurang sempurna dalam membentuk diri kita,  maka ada kemungkinan diri kita lahir dengan berbagai kekurangan, baik dalam bentuk fisik maupun mental kita. Ketika kita lahir dengan bentuk sempurna, lengkap anggota tubuh, hal tersebut karena dukungan kebugaran fisik kedua ortu dan Energi positif yang menyertai sewaktu dalam Rahim.  Namun ketika kita lahir kurang sempurna, hal tersebut bisa terjadi karena factor ke tidak bugaran fisik kedua ortu dan Energi negative sewaktu kita masih dalam Rahim. Itu sebabnya sebelum berhubungan badan, disarankan agar kita berdoa memohon agar benih yang akan ditanamkan diberkati dengan energi yang positif.  Pengertian Energi disini berbeda dengan Kebugaran seseorang. Kebugaran seseorang membantu menguatkan sperma dan ovarium masing-masing individu, sehingga ketika terjadi pembuahan di dalam Rahim diharapkan menjadi bayi yang bugar juga.  Sedangkan energi disini adalah Energi dari Alam semesta yang ketika “melihat” telah terjadi pembuahan di dalam Rahim seorang ibu, kemudian energi tersebut “merasa” cocok dengan hasil pembuahan di dalam rahim si ibu, maka “masuklah” energi tersebut ke dalam Rahim si ibu menyelimuti dan menjadi satu dengan si calon bayi dan kemudian tumbuh berkembang bersama di jabang bayi seterusnya sampai dia dewasa dan tua akhirnya meninggal. Energi didalam diri sendiri ini akan “merekam”semua perilaku kita dari kecil sampai nanti meninggal. Pada saat meninggal dunia, energi ini akan lepas Kembali ke Semesta Alam dengan membawa rekaman” semua perilaku kita di dunia, melayang layang bersama energi lain dan kembali “masuk” ke rahim seorang ibu ketika “melihat” rahim yang cocok untuk energi tersebut kembali menyatu dengan tubuh si ibu lalu menjadi makhluk hidup kembali. Demikianlah siklus energi alam semesta masuk kedalam diri kita masing-masing memenuhi hukum Newton didalam diri manusia. Hukum Newton  I, Energi adalah kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, hanya berubah bentuk.  Hukum Newton II, setiap usaha kita terhadap “sesuatu yang kita usahakan” akan sebanding dengan energi yang digunakannya dan berbandin gterbalik dengan massa diri kita. Hukum Newton III, Aksi = Reaksi, seberapa aksi yang dilakukan oleh kita maka sebesar itu pula kembali ke diri kita. Hukum Newton I, II dan III ini pada jaman dahulu kala oleh seorang Rsi ( Resi ) disebut sebagai Hukum KARMA. Dan itulah yang berlaku pada diri kita, sebagai makhluk hidup. Apapun agamamu, apapun kepercayaanmu, hukum Newton tetap akan berlaku. Hukum Karma tetap akan berlaku dan mengena pada diri makhluk hidup apapun. Oleh karena itu, selaraskanlah hidupmu dengan Alam Semesta.

Akhirnya kita akan paham, bahwa kehidupan manusia itu dari bayi sampai tua sangat ringkih, gampang retak, gampang pecah. Itu sebabnya dalam tradisi Jawa banyak sekali ritual yang harus dilakukan semenjak bayi dalam kandungan, bayi lahir sampai menikah bahkan sampai meninggal pun masih ada tradisi yang dilakukan sampai dengan 1000 hari meninggalnya. Sebagai contoh adalah ritual 7 bulanan, bayi lahir, pemberian nama, puput puser, tedhak siten,  kecocokan pasangan,ritual perkawinan, ritual pindah rumah dan masih banyak lagi. Semua ritual itu hanyalah sebuah Upaya agar manusia bisa hidup selaras dengan alam, syukur kalau bisa selamat sampai hari akhir nanti.

Namun dengan hadirnya agama-agama dari Timur Tengah, semakin lenyaplah tradisi Jawa untuk merawat manusia  tersebut digantikan dengan ritual-ritual yang sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Meskipun demikian, kenyataannya masih banyak orang-orang yang menganut agama-agama dari Timur-Tengah tersebut mengalami berbagai hambatan dalam mengarungi kehidupannya masing-masing, dari terserang penyakit yang tak tersembuhkan, perceraian, kecelakaan, serta berbagai hambatan lainnya dalam menjalani kehidupan ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rupa dan Nama"

Posting Komentar