Bagian II , Benarkah ada kekuatan pada sebuah Nama?

 

Bagian II

Benarkah ada kekuatan pada sebuah NAMA ?

 

Dalam wawancara di berbagai mediaTV, Arkand menerangkan bahwa sejak kecil dia memang punya kemampuan “melihat” diluar mata normal.Dia menjelaskan bahwa waktu kecil dia sering bermain-main dengan teman kecilnya, sementara pengasuhnya tidak melihatnya. Lalu sewaktu dewasa, dia mengunjungi candi Boko di Prambanan dia melihat seorang India berpakaian ala lelaki India di damping oleh pengawalnya berpakaian oranye, berikat kepala tapi berambut panjang keluar dari ikatnya, membawa payung, memayungi orang pertama tadi. Ketika Arkand meihat hal tersebut, dia ingin mendekat, tapi dicegah dan diusir oleh pengawal berambut panjang dan berikat kepala tadi. Tetapi Arkand bertekad terus, sehingga si orang India di tengah yang dipayungi tadi akhirnya mengijinkan Arkand datang, lalu berfoto sebentar. Konon, kata Arkand didepan saya, foto tersebut akan di publikasikan di bukunya yang selanjutnya, tapi belum kesampaian karena kesibukannya melayani pembuatan struktur nama klien2nya. Di akhir pertemuannya dengan orang India tersebut Arkand diberi selembar kertas yang berisi ajaran dasar pembuatan nama, yang kemudian konon dikembangakn sendiri oleh Arkand menjadi ilmu Manutiras.

Yang luar biasa, adalah kisahnya Arkand ketika diberi “selembar kertas” tadi. Dari dunia tak kasat mata normal kertas tersebut masuk ke dunia kasat mata.! Luar biasa

 

Setelah sekian tahun saya baru tahu, kalau pengawal orang India yang dilihat oleh Arkand di candi Boko tadi adalah yang disebut Dada. Siapa kah Dada dan orang India yang dipayunginya itu? Yang dipayungi adalah Shrii Shrii Anandamurtii, Sang Guru Ananda Marga. Seperti yang diakui oleh Arkand bahwa dia berguru kepada Shrii Shrii Ananda Murti.

Lewat perkenalan saya dengan orang-orang tertentu yang menjadi anggota Ananda Marga saya diberitahu sekelumit tentang Ananda Marga dan keanggotaan Arkand di Ananda Marga.

Dada adalah sebutan khas biarawan laki-laki Ananda Marga, mereka seperti biarawan Katolik, tidak menikah tapi hanya melayani umatnya saja. Sedangkan Didi adalah biarawati perempuannya. Mereka lah yang punya hak atau otorisasi dalam menjalankan ajaran Sang Guru Ananda Marga yang bernama Shrii Shrii Anandamurtii atau Shri Prabhat Ranjan Sarkar.

Menurut kenalan saya yang sudah bergabung dengan Ananda Marga sejak tahun 1990an, di dalam Ananda Marga, jika seorang anggota Ananda Marga sudah cukup lama bergabung akan diberi nama Sansekerta oleh Dada untuk anggota laki-laki dan oleh Didi untuk anggota Perempuan.

Jadi di didalam Ananda Marga yang punya hak atau otorisasi dalam pemberian nama sansekerta keanggota adalah Dada atau Didi. Mereka tahu cara perhitungannya, yang konon sederhana saja. Lalu apakah pemberian nama tersebut bertujuan untuk mengejar kesuksesan seperti yang didengung-dengungkan oleh Arkand? Ternyata tidak. Berbeda 180 derajat.

Ananda Marga adalah kelompok Spiritualitas, tentu saja tidak mengajarkan untuk hanya mengejar kesuksesan materi semata, tetapi lebih mengarah kepada Kebahagiaan Hidup. Jadi tentu pemberian nama sansekerta kepada anggotanya tidak bertujuan untuk mendorong anggotanya mengejar kesuksesan duniawi atau materi semata, seperti yg dijanjikan oleh perubahan nama sesuai kode Arkand tersebut.

Banyak anggota Ananda Marga yang berpendidikan tinggi dan juga sukses duniawi, tetapi mereka mengesampingkan keduniawian untuk mendalami spiritualitas. Itulah beda 180 derajatnya dan tentu masih banyak lagi yang lupa saya catat sehingga tidak bisa saya sampaikan.

Akhirnya, saya mencoba minta beberapa nama sansekerta anggota Ananda Marga, lalu saya coba cek menggunakan perhitungan Arkand Code dan hasilnya tidak ada yang memenuhi standar Arkand Code.

Lama saya memikirkannya, akhirnya pikiran saya kembali ke cerita Arkand ketika ketemu orang India di Candi Boko dulu itu. Jika benar Arkand diberi “selembar kertas” dari Gurunya yang juga adalah Guru Ananda Marga, yang sudah di alam tak kasat mata tersebut, kertas tadi menembus batas memasuki dunia kasat mata, maka tentu dasar nya akan sama dengan kode-kode nama-nama di Ananda Marga. Akan tetapi nyatanya berbeda. Hal tersebut kemungkinan Arkand sudah menambahi dengan berbagai metode perhitungan lainnya, kemungkinan bisa berasal dari Tibet atau lainnya.

Terlepas dari kemampuan Arkand menambahi dengan berbagai perhitungan lain, saya berpikir, tentunya Sang Guru akan memberikan “selembar kertas” tersebut kepada Dada atau Didi karena merekalah yang secara struktural adalah penerus ajaran Ananda Marga, bukan kepada anggota biasa seperti Amsu – nama sansekerta Arkand ketika di Ananda Marga. Tetapi mengapa diberikan kepad Arkand ketika masih muda? Konon Arkand menjadi anggota Ananda Marga ketika masih berumur belasan tahun, lalu mendapat “selembar kertas” tersebut dan konon ketika dewasa dan terkenal dengan nama Arkand dia malah dalam status di kucilkan oleh Ananda Marga karena berbagai alasan.  Apakah benar “selembar kertas “ tersebut diberikan kepada Arkand dengan menembus batas dunia tak kasat ke kasat mata?

Atau ada metode lain, misalkan seorang Dada memberikan ke Arkand selembar kertas tersebut, lalu Arkand mengaku-aku bahwa itu berasal dari “dunia lain”? tetapi bukankah seorang Dada tidak dibenarkan mengajarkan atau memberikan hal tersebut kepada anggota biasa? Atau mungkinkah ada cara lain? Sehingga itu bukan masalah menembus batas dunia tak kasat mata menuju dunia kasat mata, tetapi sebatas menutupi hal-hal yang terlarang? Tidak ada yang tahu pasti dan biarkan itu tetap menjadi misteri nya Arkand seperti kematiannya yang terkesan mendadak tersebut. 

 

Lanjut baca :

Rupa dan Nama

 

Kembali baca :

 Bagian I, Benarkah ada kekuatan ..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagian II , Benarkah ada kekuatan pada sebuah Nama?"

Posting Komentar